BThemes

Sabtu, 19 Maret 2011

Alkohol mengakibatkan Kematian


Minuman alkohol dalam batas rendah sering digunakan untuk kesehatan. Tapi yang terjadi orang-orang yang minum alkohol jadi tidak terkontrol dengan terus menenggak hingga batas yang berlebih. Ujung-ujungnya maut yang menjemputnya.

Korban tewas karena minuman alkohol dan campurannya (oplosan) terus berjatuhan. Saking susah terkontrol saat minum alkohol, orang jadi lupa pada ancaman kematian yang mengintainya.


Dikutip dari Medschl.cam.ac.uk, minuman alkohol mengandung atom karbon atau ethanol. Kadar 10 mL ethanol cukup untuk menyebabkan kebutaan dan kadar 30 mLethanol akan menyebabkan dampak lebih fatal termasuk kematian.

Dilansir dari health24, Minggu (19/9/2010) kelebihan alkohol dapat mengakibatkan keracunan alkohol. Ketika tubuh mengalami keracunan alkohol yang terjadi adalah alkohol menekan saraf-saraf yang mengendalikan tubuh seperti saraf jantung, paru dan otak dan menghentikan fungsinya.

Orang yang minum alkohol kebanyakan biasanya akan muntah karena perut menolaknya karena dapat mengiritasi perut. Proses muntah ini bisa langsung menyebabkan kematian, karena si pelaku bisa tersedak oleh muntahannya sendiri yang menyebabkan susah bernapas kemudian jadi tidak sadarkan diri.

Selain pingsan karena tersedak muntahan, yang membuat orang tak sadarkan diri adalah karena alkohol yang sudah diminum akan membuat konsentrasi di darah bertambah (blood alcohol concentration/BAC). Konsentrasi yang terus meningkat ini akan membuat orang pingsan.

Meskipun acara minum sudah selesai, alkohol dalam perut dan usus yang sudah diminum akan terus memasuki aliran darah di seluruh tubuh. Jadi walaupun si peminum sudah tidur dan menganggapnya tidak ada masalah, alkohol yang masuk aliran darah terus berlanjut.

Tanda-tanda orang yang keracunan alkohol dapat diketahui dari:


  1. Kebingungan mental, pingsan, tidak dapat dibangunkan hingga koma
  2. Muntah-muntah karena perut menolaknya
  3. Korban tersedak muntah sendiri
  4. Kejang-kejang
  5. Bernapas lambat (kurang dari 8 tarikan napas per menit)
  6. Jantung berdetak tidak teratur atau berhenti
  7. Suhu tubuh rendah (hipotermia), kulit pucat
  8. Gula darah rendah (hipoglikemia) yang menyebabkan kejang

Jika tidak ditangani secara cepat dengan membawa ke rumah sakit, korban keracunan alkohol akan mengalami dehidrasi parah karena terus menerus muntah dan kejang-kejang. Ancaman kerusakan otak permanen atau kebutaan jika korban masih bisa diselamatkan atau malah mengalami kematian jika gagal diselamatkan.

Banyak cara yang dilakukan peminum agar tak keracunan alkohol seperti minum kopi pahit, mandi air dingin atau langsung tidur. Tapi kebanyakan itu hanya mitos, karena jika konsentrasi darah karena alkohol meningkat upaya itu akan sia-sia.

Satu-satunya cara adalah membalikkan efek alkohol yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh paramedis tapi itu pun sulit jika korban terlambat datang.

Jika melihat korban keracunan alkohol sebaiknya memang segera dibawa ke rumah sakit. Usahakan untuk menjaga korban tetap duduk agar tidak tersedak dan bisa bernapas. Orang yang keracunan alkohol biasanya akan menerima terapi oksigen, pemberian cairan infus agar tidak dehidrasi dan pemberian bantuan pernapasan untuk mengurangi tersedak saat bernapas.



10 Hal yang Perlu Diketahui Remaja Tentang Ganja

Setelah membaca Artikel ini, Mohon berikan KOMENTARnya agar Blog ini lebih bermakna
Artikel ini sengaja kami persembahkan kepada kawan-kawan yang merasa JAGOAN dan bangga bahwa dirinya seorang Pengisap Ganja sejati, banyak alasan kawan-kawan yang menghisap ganja ada yang bilang untuk kerja lah, agar dibilang gaul sama teman yang lainnya, dan ada juga yang bilang hanya menemani teman saja... 
 
wahhh ribet dech alasan-alasan kawan kami ini.. smoga saja artikel ini dapt dijadikan bahan renungan buat teman-teman sekalian bahwa TAK ADA SEORANGPUN yang bisa dibilang JAGOAN kalo udah ketangkap Polisi karena GANJA....

Ini dia 10 Hal yang perlu diketahui oleh Remaja/Pemuda tentang Ganja :
  1. - Memakai ganja adalah perbuatan melanggar hukum. Kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan jika pernah dihukum. 
  2. - Ganja bebahaya. Menghisap ganja meningkatkan resiko kanker dan kerusakan paru-paru. Juga menyebabkan panik, cemas, dan ”parno” (perasaan yang seperti dikejar orang).
  3. - Ganja mengurangi kemampuan melakukan aktivitas. Yang membutuhkan koordinasi dan konsentrasi, seperti olah gara, menari, latihan drama, dan belajar.
  4. - Memakai ganja mengurangi penilaian orang lain terhadap dirimu. Coba pikir jika kamu berpakaian rapi lalu ada ganja di tanganmu, apa yang kamu lakukan?
  5. - Ganja membatasi dirimu. Ganja mengganggu sekolahmu, hubunganmu dengan keluarga dan kehidupan sosial.
  6. - Ganja mengganggu cara berfikir dan menilai sesuatu. Hal ini sangat mengundang resiko, seperti kecelakaan, dan kekerasan.
  7. - Menghisap ganja tidak menjadikanmu keren (cool). Justru sebaliknya, penampilanmu lusuh.
  8. - Ganja menyebabkan ketergantungan. Kamu merasa selalu membutuhkan ganja, dan sulit melepaskan diri darinya.
  9. - Menghisap ganja bukan menyelesaikan masalah. Ganja tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan masalah akan lebih berat, karena kamu tidak berusaha mencari penyelesaiannya. Bicarakan masalahmu dengan orang lain yang kamu percayai. Jangan percaya kepada orang yang berkata, bahwa ganja tidak berbahaya atau akan menjadikan hidupmu lebih baik.
  10. - Tidak semua orang memakai ganja. Kamu tidak membutuhkannya. Jika kamu pikir, semua orang memakai ganja, kamu keliru di Amerika Serikat lebih dari 80% remaja 12-17 tahun belum pernah memakai ganja. 
Ganja tidak menjadikanmu bahagia, popular atau dewasa.

Sumber : BNN-RI


PSIKOTROPIKA



Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabjan perubahankahas pada aktivitas mental dan perilaku.

Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.



Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.


Psikotropika yang mempunyai potensi mengakibatkan sindroma ketergantungan digolongkan menjadi4 golongan, yaitu:


GOLONGAN PSIKOTROPIKA


  • Psikotropika golongan I : yaitu psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat
  • Psikotropika golongan II : yaitu psikotropika yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan.
  • Psikotropika golongan III : yaitu psikotropika dengan efek ketergantungannya sedang dari kelompok hipnotik sedatif.
  • Psikotropika golongan IV : yaitu psikotropika yang efek ketergantungannya ringan.

Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.


1. ECSTASY

 
Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. Pada kurun waktu tahun 1950-an, industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Setelah periode itu, MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum. Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang. Kadang-kadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan "asyik". Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.

2. SHABU-SHABU

 
Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup. Sabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yang berlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi mereka yang sering tidak berpikir positif, dan halusinasi visual. Masing-masing pemakai mengalami efek tersebut dalam kadar yang berbeda. Jika sedang banyak mempunyai persoalan / masalah dalam kehidupan, sebaiknya narkotika jenis ini tidak dikonsumsi. Hal ini mungkin dapat dirumuskan sebagai berikut: MASALAH + SABU = SANGAT BERBAHAYA. Selain itu, pengguna Sabu sering mempunyai kecenderungan untuk memakai dalam jumlah banyak dalam satu sesi dan sukar berhenti kecuali jika Sabu yang dimilikinya habis. Hal itu juga merupakan suatu tindakan bodoh dan sia-sia mengingat efek yang diinginkan tidak lagi bertambah (The Law Of Diminishing Return). Beberapa pemakai mengatakan Sabu tidak mempengaruhi nafsu makan. Namun sebagian besar mengatakan nafsu makan berkurang jika sedang mengkonsumsi Sabu. Bahkan banyak yang mengatakan berat badannya berkurang drastis selama memakai Sabu.

Apabila dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan saraf pusat manusia, Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi :


Depresant

yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).

Stimulant
yaitu yang bekerja mengaktif kerja susan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.

Hallusinogen
yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline. Disamping itu Psikotropika dipergunakan karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.


10 Hal yang Perlu Diketahui Remaja Tentang Ganja


 
Artikel ini sengaja kami persembahkan kepada kawan-kawan yang merasa JAGOAN dan bangga bahwa dirinya seorang Pengisap Ganja sejati, banyak alasan kawan-kawan yang menghisap ganja ada yang bilang untuk kerja lah, agar dibilang gaul sama teman yang lainnya, dan ada juga yang bilang hanya menemani teman saja... 
 
wahhh ribet dech alasan-alasan kawan kami ini.. smoga saja artikel ini dapt dijadikan bahan renungan buat teman-teman sekalian bahwa TAK ADA SEORANGPUN yang bisa dibilang JAGOAN kalo udah ketangkap Polisi karena GANJA....

Ini dia 10 Hal yang perlu diketahui oleh Remaja/Pemuda tentang Ganja :
  1. - Memakai ganja adalah perbuatan melanggar hukum. Kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan jika pernah dihukum. 
  2. - Ganja bebahaya. Menghisap ganja meningkatkan resiko kanker dan kerusakan paru-paru. Juga menyebabkan panik, cemas, dan ”parno” (perasaan yang seperti dikejar orang).
  3. - Ganja mengurangi kemampuan melakukan aktivitas. Yang membutuhkan koordinasi dan konsentrasi, seperti olah gara, menari, latihan drama, dan belajar.
  4. - Memakai ganja mengurangi penilaian orang lain terhadap dirimu. Coba pikir jika kamu berpakaian rapi lalu ada ganja di tanganmu, apa yang kamu lakukan?
  5. - Ganja membatasi dirimu. Ganja mengganggu sekolahmu, hubunganmu dengan keluarga dan kehidupan sosial.
  6. - Ganja mengganggu cara berfikir dan menilai sesuatu. Hal ini sangat mengundang resiko, seperti kecelakaan, dan kekerasan.
  7. - Menghisap ganja tidak menjadikanmu keren (cool). Justru sebaliknya, penampilanmu lusuh.
  8. - Ganja menyebabkan ketergantungan. Kamu merasa selalu membutuhkan ganja, dan sulit melepaskan diri darinya.
  9. - Menghisap ganja bukan menyelesaikan masalah. Ganja tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan masalah akan lebih berat, karena kamu tidak berusaha mencari penyelesaiannya. Bicarakan masalahmu dengan orang lain yang kamu percayai. Jangan percaya kepada orang yang berkata, bahwa ganja tidak berbahaya atau akan menjadikan hidupmu lebih baik.
  10. - Tidak semua orang memakai ganja. Kamu tidak membutuhkannya. Jika kamu pikir, semua orang memakai ganja, kamu keliru di Amerika Serikat lebih dari 80% remaja 12-17 tahun belum pernah memakai ganja. 
Ganja tidak menjadikanmu bahagia, popular atau dewasa.

Sumber : BNN-RI


Kenalkan Bahaya Alkohol pada Anak



Mempunyai anak yang menginjak usia remaja memang gampang-gampang susah. Apalagi jika buah hati mulai lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Sebagai orangtua, tentu Anda bertanya-tanya dalam hati, apa saja yang dia lakukan? Apakah sudah mulai mengonsumsi minuman beralkohol?

Kegelisahan seperti yang Anda rasakan ini, dirasakan hampir semua orangtua. Tentu, Anda sulit membatasi kebebasan Anak yang mulai menginjak dewasa, bisa jadi bila terjadi salah komunikasi, dia malah melawan.


Sekarang, yang perlu Anda tahu adalah cara memberitahu bahaya alkohol, terutama pada anak remaja. Pemahaman yang lengkap mengenai minuman memabukkan ini akan lebih efektif membuat dia menjauhinya, dikutip dari Methods Of Healing.

Bagaimana anak menilai alkohol
Beranjak dewasa di zaman yang makin modern ini membuat banyak anak menganggap alkohol sebagai bagian dari gaya hidup. Mereka bisa mendapatkan pemikiran ini dari lingkungan, seperti teman, televisi, mungkin juga orangtua.

Anak-anak biasanya tidak menyadari bahwa usia mereka masih terlalu muda untuk bersentuhan dengan alkohol. Mereka juga tidak menyadari risikonya terhadap kesehatan.

Sebaliknya, mereka hanya ingin dilihat sebagai seorang yang telah dewasa dan bergaya hidup masa kini. Itulah sebabnya, jika ingin dianggap tak ketinggalan zaman, mereka akan mencobanya - bahkan meski mereka sebenarnya membenci rasa pahit alkohol.

Apa yang dapat orangtua lakukan?
Bicaralah dengan anak tentang bahaya alkohol. Dengan penyampaian pengetahuan yang baik tentang alkohol, dia akan menjauhinya.

Anda harus menjelaskan kepadanya bahwa minuman alkohol menyimpan risiko yang bisa membahayakan kesehatan. Selain itu, Anda harus menyadari bahwa mengajari anak tentang benar dan salah, baik dan buruk, merupakan tanggung jawab Anda sepenuhnya. Ini bukan tanggung jawab masyarakat, sekolah, atau orangtua lainnya. Karena itu, cara terbaik mengajarkan anak adalah Anda tidak mengonsumsi alkohol.

Pastikan juga, Anda mengetahui dengan siapa saja anak Anda bergaul dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan.

Kapan mulai mendidik Anak?
Sebaiknya sejak dini. Layaknya bahaya merokok, Anda bisa mulai memberitahu bahaya alkohol sejak anak usia 10 tahun. Jangan membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa anak tidak mungkin tertarik dengan minuman beralkohol di usia muda
(pet)


Apa itu KRAKAW ???


 
Kali ini PIK Remaja YASEMA akan menyajikan artikel tentang KRAKAW yang didapat dari catatan teman kita (Muda Berjaya) melalui Facebook. Mungkin sebagian sahabat belum tahu tentang apa yang dimaksud dengan KRAKAW... Baiklah langsung aza ke artikel yang dimaksud...

KRAKAW adalah rasa sakit secara mental dan emosional, stress, penderitaan, lapar, dan membutuhkan / merindukan yang timbul dalam pikiran seorang pecandu ketika harus menghadapi SAKAW. sering kali KRAKAW memaksa pecandu menjadi brutal dan terus menerus menghadapi pertentangan setelah kambuh.

KRAKAW adalah sugesti yang berupa dorongan secara mental dan emosional yang berkepanjangan. ini merupakan perasaan yang disertai obsesi mental untuk kembali menggunakan DRUGS. keinginan yang amat sangat untuk kembali menggunakan drugs akan selalu datang berulang ulang dan sangat sulit dihindari.

KRAKAW atau sugesti ini tidak dapat dihilangkan dalam diri seorang pecandu. Sekali seorang menjadi pecandu maka ia akan tetap menjadi pecandu meskipun sudah tidak aktif lagi menggunakan drugs. yang dapat di lakukan adalah dengan menghadapinya, kemampuan seorang pecandu untuk menghadapi KRAKAW atau sugesti inilah yang membuat mereka dapat bertahan.

KRAKAW ATAU SUGESTI PADA SUATU ZAT/OBAT SERING TIMBUL SAAT :

- Merasa kosong dan sepi

Hari-hari pecandu sewaktu aktif banyak d isi oleh pemaqkaian drugs dan menjadi terpola akibatnya mereka mendapatkan "frozen feeling" (perasaan beku), tdk mengenali rasa senang, sedih, marah, kesal, dll. mental dan emosional  mereka terganggu dan tidak peka dalam hal apapun yang terjadi d sekelilin mereka.

- Mengalami masalah

Setelah pulih, pecandu akan d hadapkan pada realitas yang sebenar-benarnya. Mereka tidak akan memakai drugs lagi, namun KRAKAW kembali timbuh.

Sering kali pecandu melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. mereka tahu bahwa kecanduan mereka bisa diberhentikan tapi banyak dari mereka yang putus asa tapi ada faktor yang dibilang :
  1. Saya mau tapi saya tidak tahu caranya
  2. Saya tahu karena memang saya tahu
  3. Saya tidak tahu karena memang saya tidak tahu
  4. Saya tahu karena memang saya tahu

Tahapan tahapan pemakaian drugs......
USER - ABUSER - ADDICT (full blown)
 
@ sakaw ;; gejala putus obat
@ krakaw ;; hasarat ingin mengunakan kembali drugs, dimana si pecandu dalam tahap pemulihan


NAPZA


 
Pengertian Napza

Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya) adalah zat-zat kimiawi (obat-obat berbahaya) yang mampu merubah perasaan, fungsi mental dan prilaku seseorang ( Kamus Narkoba BNN 2006)

NAPZA terdiri dari 4 kategori sebagai berikut:

a. Narkotika

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

b. Alkohol

Alkohol adalah zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan saraf pusat.

c. Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

d. Zat Adiktif Lainnya

Adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi, seperti lem dan whipped cream.

Jenis-Jenis Napza

Jenis-jenis NAPZA dapat dikelompokkan menjadi 4:

a. Berdasarkan bahan (natural dan sintesis)
b. Berdasarkan efek kerja (merangsang, menekan dan mengacaukan sistem saraf pusat)
c. Berdasarkan cara penggunaan (oral, injeksi, melalui luka, menghirup dan insersi anal)
e. Berdasarkan bentuk (cairan, pasta, pil/kapsul, kristal/block, bubuk, gas dan lapisan kertas)

Ciri-Ciri Penyalahguna Napza

Tanda-tanda umum untuk mengenali apakah anak sudah mulai terlibat dalam penyalahgunan NAPZA :

1. Prestasi anak menurun tajam
2. Kebiasaan berpakaian yang berubah drastis, dari yang rapih menjadi buruk
3. Perubahan tingkah laku yang tidak seperti biasanya/semestinya.
4. Anak tidak memperhatikan kebersihan diri
5. Mendadak menjadi pendiam dan sering menyendiri dikamar serta cenderung apatis
6. Tidak menuruti lagi disiplin rumah
7. Mata sering merah dan nafsu makan berubah
8. Berat badang menurun
9. Gampang tersinggung
10. Anda sering mencium bau aneh dikamarnya
11. Mulai ada insiden-insiden pencurian dirumah atau disekolah yang dilaporkan
12. dll.

Dampak Penyalahgunaan Napza

a. Aspek Fisik

Efek NAPZA bagi tubuh tergantung pada jenis NAPZA, jumlah/dosis, frekuensi pemakaian, cara menggunakan (apakah digunakan bersamaan dengan obat lain), faktor psikologis (kepribadian, harapan dan perasaan saat memakai), dan faktor biologis (berat badan, dan kecenderungan alergi).

b. Aspek Psikologis

Berbagai gangguan psikis atau kejiwaan yang sering dialami oleh mereka yang menyalahgunakan NAPZA antara lain adalah: depresi, paranoid, percobaan bunuh diri, melakukan tindak kekerasan, dan lain-lain.

c. Aspek Sosial – Ekonomi

Dampak sosial menyangkut kepentingan lingkungan masyarakat yang lebih luas diluar diri para pemakai itu sendiri, yaitu: keluarga, sekolah, tempat tinggal, bahkan bangsa. Penyalahgunaan NAPZA yang semakin meluas merugikan masyarakat diberbagai aspek kehidupan mulai dari aspek kesehatan, sosial psikologis, hukum, hingga ekonomi.

d. Aspek Kesehatan

Dalam aspek kesehatan, penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berakibat buruk pada diri para pemakai tetapi juga orang lain yang berhubungan dengan mereka. Pemakaian NAPZA melalui pemakaian jarum suntik bersama misalnya, telah terbukti menjadi salah satu penyebab meningkatnya secara drastis penyebaran HIV dan AIDS di masyarakat, selain penyakit lain seperti Hepatitis B dan C.

e. Aspek Sosial dan Psikologis

Tekanan berat pada orang-orang terdekat pemakai, seperti : saudara, orang tua, kerabat, teman. Keluarga sebagai unit masyarakat terkecil harus menanggung beban sosial dan psikologis terberat menangani anggota keluarga yang sudah terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA.

f. Aspek Hukum dan Keamanan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak perilaku menyimpang seperti perkelahian, tawuran, kriminalitas, pencurian, perampokan, dan perilaku seks berisiko, dipengaruhi atau bahkan dipicu oleh penggunaan NAPZA. Pemakai NAPZA seringkali tidak dapat mengendalikan diri dan bersikap tidak sesuai dengan norma-norma umum masyarakat.

g. Aspek Ekonomis

Aspek ekonomis dari penyalahgunaan NAPZA sudah sangat nyata yaitu semakin berkurangnya sumber daya manusia yang potensial dan produktif untuk membangun negara. Para pemakai NAPZA tidak membantu, tetapi justru menjadi beban bagi negara. Bukan hanya dalam bentuk ketiadaan tenaga dan sumbangan produktif, tetapi negara justru harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk menanggulangi persoalan penyalahgunaan NAPZA.

Penanggulangan Penyalahgunaan Napza

a. Pencegahan (Preventif)

Dengan mengurangi pasokan (Supply Reduction), Mengurangi permintaan (Demand Reduction), Mengurangi dampak buruk (Harm Reduction)

b. Pengobatan (Kuratif)

Fase ini biasanya ditangani oleh lembaga professional di bidangnya yaitu lembaga medis seperti klinik, rumah sakit, dokter. Fase ini biasanya meliputi : Fase penerimaan awal (inisial intake), Fase detoksifikasi, Terapi komplikasi medik

c. Pemulihan (Rehabilitatif)

Tahap ini biasanya terdiri atas: Fase Stabilisasi, Fase Sosialisasi Dalam Masyarakat.


Jumat, 18 Maret 2011

Kaitan Narkoba dan Kesehatan Reproduksi


 
Sering sekali orang bertanya kepada saya, apa kaitannya antara penggunaan narkotika, zat adiktif dan bahan berbahaya (narkoba) dengan kesehatan reproduksi (kespro). Pertanyaan itu justru menimbulkan pertanyaan baru di benak saya, “mengapa hal itu ditanyakan, memangnya tidak ada kaitan antara narkoba dan kesehatan reproduksi?” Mari kita kita flash back dulu sebelum masuk ke topik utama “ Kaitan narkoba dan kespro



Mungkin bagi orang yang hanya mengerti arti harfiah dari kespro, ruang lingkupnya sempit sekali. Kespro hanya diartikan mengurusi orang hamil, melahirkan, menstruasi, menopause, keluarga berencana dsb. Padahal, setiap hal terkait organ reproduksi, terkait kemampuan menghasilkan generasi penerus, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan keturunan kita selanjutnya juga terkait erat dengan kespro. Itupun masih terlalu sempit untuk arti sebuah kespro.

Dengan demikian, apabila kita sendiri sebagai manusia yang dapat bereproduksi, tidak dapat menghasilkan keturunan yang benar-benar sehat sesuai definisi WHO, yaitu sehat fisik, mental, sosial, maka dapat dikatakan kita tidaklah sehat secara reproduksi. Dengan demikian akan banyaklah orang di sekitar kita yang sebenarnya tidak memenuhi syarat dapat disebut sehat secara reproduksi. Apalagi orang-orang yang tidak mampu bereproduksi, dalam bahasa awam disebut mandul yang umumnya merupakan kontribusi dari kedua pihak baik laki-laki maupun perempuan.

Kesehatan reproduksi adalah sehat secara fisik mental sosial dan bukan semata-mata tidak adanya penyakit atau ketidakmampuan dalam sistem, fungsi dan proses reproduksi. Satu saja dari syarat itu tidak terpenuhi maka tidak dapat disebut sehat reproduksinya. Misalnya apabila seluruh organ reproduksinya sebenarnya sehat dan dapat berfungsi normal, namun bila dia memiliki beban pikiran yang berat, mungkin akan mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan karena ada hormon yang turut mempengaruhi kesuburannya saat itu dan mengurangi kemampuannya untuk dapat disebut subur.

Mari kita kembali ke topik utama, apa kaitan antara narkoba dan kespro? Sudah jelas sekali dalam beberapa teori, literatur dan hasil studi sebelumnya yang membahas kaitan antara hal ini. Secara teori, narkoba sendiri mempengaruhi kemampuan seseorang untuk dapat melakukan hubungan seksual, menurunkan kualitas sperma dan sel telur, meningkatkan atau menurunkan gairah/libido sehingga secara tidak langsung mempengaruhi hubungan seksual juga (jadi menggebu-gebu melakukan hubungan seks dengan siapapun tanpa pandang bulu, atau sama sekali tidak bergiarah untuk melakukannya, tergantung jenis narkoba yang dipakainya).

Bagaimana dengan fakta yang ditemukan di lapangan? Para pecandu narkoba umumnya aktif secara seksual, baik laki-laki maupun perempuan, baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar (dalam kondisi high/pedaw). Penggunaan narkoba membuat mereka tidak berpikir panjang akan akibat dari hubungan seksual yang mereka lakukan. Namun demikian, walaupun aktif seksual bukan berarti mereka mempunyai informasi akurat mengenai aspek seksualitas dan kesehatan reproduksi, karena umumnya pengetahuan mereka mengenai hal itu sangat terbatas. Jangankan aspek pencegahan kehamilan atau tertular infeksi menular seksual (IMS) yang dapat dicegah dengan menggunakan kondom, aspek yang sangat sederhana tentang akibat dari hubungan seks yang tidak aman dapat menyebabkan kehamilan dan IMS-HIV/AIDS saja tidak mereka ketahui sebelumnya.

Akibatnya, dalam sebuah studi ditemukan bahwa dari perempuan pecandu yang sudah aktif seksual, 40% di antaranya sudah pernah mengalami aborsi dan 80% dari mereka sudah pernah mengalami IMS, termasuk HIV/AIDS!

Mereka umumnya melakukan hubungan seksual dengan teman sesama pecandu, pacar, saudara, orang baru dikenal ataupun bandar untuk mendapatkan narkoba. Jadi banyak juga yang menjual jasa seks untuk ditukar dengan narkoba. Ada juga yang menjadi korban dari kelakuan teman atau pacarnya, yaitu dalam minuman mereka dimasukkan obat-obatan yang menyebabkan mereka kehilangan kesadaran, dan saat bangun, mereka sudah tidak perawan lagi, atau tiba-tiba satu bulan kemudian dia mendapati dirinya hamil dan tertular IMS!

Dalam kehidupan pecandu, sudah jamak apabila memiliki pasangan seksual lebih dari 1 orang dikarenakan adanya kebutuhan untuk mendapatkan narkoba tadi, terutama di saat tidak punya uang untuk membeli. Pecandu yang pernah berhubungan seksual dengan lebih dari 10 orang juga tidak aneh lagi, demikian pula halnya dengan pecandu perempuan yang sudah pernah aborsi lebih dari 1 kali juga sudah jamak terjadi. Hal yang lebih membuat miris adalah aborsi yang dilakukannya umumnya secara tidak aman, dalam arti dilakukan oleh bukan orang yang berkompeten di bidangnya, tidak menggunakan alat-alat steril dan tidak diakui dalam dunia medis, sehingga menyebabkan tingginya risiko terjadinya kematian. Belum lagi apabila pecandu ini juga sudah terinfeksi HIV, bila alat aborsi yang digunakan setelah menolong dia tidak disteril, lalu dipakai untuk melakukan aborsi pada orang lain, maka alat tersebut dapat menjadi sarana penularan HIV di antara para pasien aborsi tidak aman! Sudah dapat dibayangkan tingginya penularan HIV yang terjadi di fasilitas pelayanan aborsi tidak aman ini.

Pecandu yang tidak melakukan aborsi, bukan berarti pula dapat menjalankan kehamilannya den gan aman. Pecandu perempuan yang masih memakai narkoba selama hamil, dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, lahir mati atau bayi lahir dalam kondisi sakaw (gejala putus obat). Selain itu, pecandu perempuan yang hamil juga rentan terkena kekerasan seksual dari suami, pacar, bandar dsb yang dapat membahayakan kehamilannya. Bahkan ada seorang pecandu hamil yang didorong seniornya di panti rehabilitasi dari atas tangga sampai jatuh ke bawah dan mengalami keguguran, perdarahan hebat sampai menyebabkan kematian!


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

PIK-REMAJA TUNAS BANGSA Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha